Ketika seseorang mulai memainkan game baru, mereka secara perlahan membangun gambaran di dalam pikiran mengenai cara dunia tersebut bekerja. Pemain mempelajari tindakan apa yang menghasilkan respons tertentu, informasi mana yang penting, serta bagaimana beberapa slot mekanisme saling memengaruhi. Gambaran ini dapat disebut sebagai model mental, yaitu pemahaman internal yang membuat pengguna tidak harus membaca instruksi setiap kali menghadapi situasi baru. Pc gaming memberi banyak peluang untuk membangun model mental yang kompleks karena pemain dapat melihat berbagai informasi secara detail. Mobile Games cenderung membutuhkan struktur yang lebih sederhana agar hubungan sebab dan akibat dapat dikenali melalui layar kecil. Console Games memberi kestabilan kontrol yang membantu pemain membangun ekspektasi, sedangkan VR Games menghubungkan pemahaman dengan ruang dan gerakan. Smart TV Games mengutamakan model yang mudah dipahami dari layar besar. Dalam PvP Games, model mental membantu pengguna memperkirakan respons manusia, Strategy Games membutuhkan pemahaman hubungan antarsistem, sementara Sports games membangun intuisi mengenai tempo dan posisi. Free-to-play games membuka kesempatan untuk membandingkan banyak model permainan dan melihat bagaimana prinsip yang sama dapat diterapkan secara berbeda.
Dalam PvP Games, model mental berkembang ketika pemain mulai memahami apa yang biasanya terjadi setelah tindakan tertentu. Pengguna mungkin mengetahui bahwa mengambil posisi tertentu membuka satu pilihan tetapi menutup kemungkinan lainnya. Free-to-play games dengan komunitas besar membuat model tersebut terus diperbarui karena lawan manusia tidak selalu mengikuti pola yang sama. Pc gaming membantu pemain melihat banyak petunjuk dan menghubungkannya dengan hasil, sedangkan Mobile Games membuat proses belajar berlangsung melalui sesi yang lebih ringkas. Console Games menjaga tata kontrol stabil sehingga hubungan antara input dan tindakan terasa lebih mudah diprediksi. Dalam PvP Games berbasis tim, model mental juga mencakup pemahaman terhadap rekan. Pemain mulai mengetahui apa yang kemungkinan dibutuhkan kelompok ketika kondisi tertentu muncul. Semakin matang pemahaman tersebut, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk memikirkan aturan dasar. Perhatian dapat dialihkan ke perubahan situasi yang lebih kompleks dan keputusan yang membutuhkan penyesuaian.
Strategy Games hampir sepenuhnya bergantung pada model mental karena pemain harus memahami bagaimana banyak sistem saling terhubung. Mengetahui fungsi satu sumber daya belum cukup jika pengguna tidak mengerti bagaimana penggunaannya memengaruhi pilihan berikutnya. Pc gaming membantu karena banyak data dapat dilihat dan dibandingkan sekaligus. Mobile Games perlu membuat hubungan tersebut lebih mudah ditangkap melalui visual dan menu yang ringkas. Console Games menggunakan navigasi terstruktur agar pemain dapat memahami sistem tanpa kesulitan input. Free-to-play games dapat memperkenalkan Strategy Games melalui mekanisme sederhana terlebih dahulu sehingga model mental berkembang sedikit demi sedikit. Ketika terdapat PvP Games, pemahaman internal harus menjadi lebih fleksibel karena lawan dapat mengubah hubungan yang sebelumnya terlihat stabil. Pemain belajar bahwa model mental bukan aturan yang tidak boleh berubah. Ia merupakan gambaran kerja yang terus diperbaiki ketika pengalaman baru memberikan informasi tambahan.
Sports games membentuk model mental melalui hubungan antara posisi, timing, kontrol, dan respons pertandingan. Pemain baru mungkin hanya mengetahui fungsi tombol, tetapi seiring waktu mereka mulai memahami kapan sebuah tindakan lebih sesuai digunakan. Console Games memperkuat proses ini melalui gamepad yang konsisten. Pc gaming memberikan pilihan input dan sudut informasi lebih luas, sedangkan Mobile Games membuat hubungan sebab dan akibat terlihat melalui pertandingan yang lebih singkat. Banyak Sports games menghadirkan PvP Games sehingga model mental juga mencakup perkiraan mengenai perilaku lawan. Free-to-play games memberi pemain kesempatan mengulang banyak sesi dan memperbaiki pemahaman tanpa harus langsung menguasai semua teknik. Setelah cukup pengalaman, pengguna tidak lagi melihat pertandingan sebagai kumpulan tombol. Mereka melihat struktur, ruang, dan tempo sebagai sistem yang saling berhubungan. Perubahan cara memahami inilah yang membuat penguasaan terasa semakin natural.
Mobile Games sangat bergantung pada model mental yang sederhana tetapi kuat. Karena layar kecil tidak dapat menampilkan semua penjelasan sekaligus, pemain perlu segera memahami hubungan dasar antara tindakan dan hasil. PvP Games membantu pengguna membangun ekspektasi tentang respons lawan, Strategy Games mengajarkan hubungan antara prioritas dan perkembangan, sedangkan Sports games memperkuat pemahaman tentang timing. Free-to-play games memberikan variasi pengalaman yang membuat pemain dapat membawa pengetahuan dari satu judul ke judul lain. Mobile Games juga sering dimainkan dalam sesi terpisah, sehingga model mental membantu pengguna kembali tanpa perlu mempelajari semuanya dari awal. Jika struktur game konsisten, pemain dapat melihat satu simbol atau kondisi lalu langsung mengetahui kemungkinan tindakan berikutnya. Pemahaman seperti ini mengurangi beban ingatan dan membuat sesi terasa lebih lancar.
VR Games membuat model mental lebih dekat dengan pengalaman fisik. Pemain mulai memahami seberapa jauh objek berada, bagaimana gerakan tangan diterjemahkan, dan bagaimana posisi tubuh memengaruhi apa yang dapat dilihat. Dalam PvP Games berbasis VR, pemahaman ruang membantu pengguna memperkirakan dari arah mana perubahan mungkin muncul. Strategy Games dapat membangun model mental tiga dimensi karena pemain benar-benar melihat hubungan antara objek dalam ruang. Smart TV Games memiliki kebutuhan yang berbeda karena struktur harus mudah dipahami melalui kontroler dan tampilan besar. Free-to-play games dapat membuat proses membangun pemahaman lebih ringan bagi pengguna baru. Sports games juga membantu karena aturan dan struktur pertandingan biasanya memberi dasar yang mudah dikenali. VR Games dan Smart TV Games menunjukkan bahwa model mental dapat terbentuk dari pengalaman fisik maupun visual, selama hubungan antara tindakan dan respons cukup konsisten.
Model mental membuat pemain mampu memahami game tanpa terus bergantung pada instruksi langsung. Pc gaming membantu membangun pemahaman kompleks melalui banyak informasi, Mobile Games membutuhkan hubungan yang ringkas dan jelas, Console Games menjaga kontrol konsisten, VR Games menghubungkan pemahaman dengan ruang serta gerakan, dan Smart TV Games menggunakan struktur sederhana yang mudah diingat. PvP Games membuat model terus berkembang melalui interaksi manusia, Strategy Games memerlukan pemahaman tentang hubungan antarsistem, sedangkan Sports games mengubah kontrol menjadi intuisi tentang tempo dan posisi. Free-to-play games memperluas kesempatan membandingkan berbagai cara desain. Ketika model mental sudah terbentuk dengan baik, pemain dapat menghadapi situasi baru menggunakan pengetahuan lama sebagai dasar, lalu memperbaikinya ketika kondisi berbeda muncul. Proses tersebut membuat pengalaman gaming semakin natural karena pengguna tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi memahami alasan mengapa tindakan tertentu menghasilkan konsekuensi tertentu.